PENDETA FEDERIKA METALMETY

BERSEKUTU DALAM PENDERITAAN DAN KEMULIAAN KRISTUS

Menjadi saksi dan pelayan Kerajaan Allah bukan tanggung jawab sepele, itu adalah tanggung jawab berat, sebab menuntut kesetiaan pada iman sampai akhir (sampai mati) sekalipun keadaan menuntut lain. Sejak dulu para saksi dan pelayan Kristus sama-sama menanggung penderitaan dalam pelayanan mereka (1Ptr. 5:9). Pendeta Federika Metalmety dari Papua adalah salah satu pelayan dari GPdI yang mengalami penderitaan dalam pelayanan.

Pendeta Federika Metalmety yang sehari-harinya melayani sebagai Pendeta di Gereja GPdI Boven Digul ditemukan tewas ditembak orang tak dikenal di Jalan Trans Papua atau dekat Sungai Mak, Distrik Mandobo, Kabupaten Digoel, Papua, Rabu 21 November 2012.

"Kejadian sekitar pukul 7.45 WIT, ditemukan seorang ibu dalam keadaan meninggal dunia. Ini aksi penembakan orang tak dikenal," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Menurut Boy, Pendeta Federika ditemukan tewas dalam keadaan telentang dengan luka tembak di bagian pelipis sebelah kiri dan bagian dada. Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan peluru kaliber 45, selongsong peluru, helm berwarna pink, sandal, serta potongan kayu.

Sementara itu Kapolres Boven Digoel AKBP Sri Satyatama, mengungkap bahwa anggotanya yang sedang  bertugas di Pospol Kali Max mendengar tembakan dan teriakan histeris perempuan. Saat ditelusuri asal teriakan dan tak ditemukan apa-apa karena suasana saat itu masih gelap.

Jenazah Pendeta Federika Metalmety sendiri ditemukan warga yang sedang melewati jalan dan melihat darah tercecer di atas jalan. Setelah menelusuri ceceran darah, ditemukanlah korban berada di semak-semak sekitar 5 meter dari badan jalan. Hingga saat ini belum diketahui motif penembakan tersebut dan pelaku masih dalam penyelidikan.

Bentuk penderitaan yang dialami Pendeta Federika dapat dianggap sebagai salib dalam rangka mengikut Kristus di jalan salib-Nya. Penderitaan karena salib memang tak dapat dielakkan, namun menuju kepada kemuliaan (Rm. 8:18; Mat 5:10; Ibr. 12:1-2).

Kita juga harus ingat bahwa kita pengikut Kristus tidak hanya akan bersekutu atau berpartisipasi dalam penderitaan Kristus yang vicarious, namun juga dalam kemuliaan Kristus yang kekal. Penderitaan kita hanya sementara, namun kemuliaan itu kekal (2Kor. 4:17). Dan Pendeta Federika sekarang telah memiliki kemuliaan kekal itu. Kiranya pelayanan dan kisah hidup beliau menjadi kekuatan bagi pelayan-pelayan Tuhan GPdI Jatim untuk tetap setia melayani Tuhan. 

[Oleh: Edy Siswoko]
Dosen Musik Gereja & Hermeneutika


Sumber berita penembakan: www.jawaban.com


0 comments:

Posting Komentar