ORANG-ORANG YANG SERIUS DENGAN HIDUPNYA (2)


Kisah Para Rasul 22:6-16
Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! (ayat 16)

Hidup ini tidak main-main, sebab apa yang kita lakukan dalam hidup ini akan berdampak pada kelangsungan hidup kita selanjutnya: apakah kita akan berakhir dalam api neraka atau dalam kemuliaan surga. Karena itulah kita harus serius dengan hidup kita sekarang ini.

ORANG YANG SERIUS DENGAN HIDUPNYA ADALAH ORANG YANG SERIUS DENGAN PERTOBATANNYA. Mengapa? Karena pertobatan syarat mutlak keselamatan. Orang yang sungguh-sungguh bertobat berarti memilih yang terbaik bagi hidupnya. Paulus juga memilih yang terbaik bagi hidupnya, ia menanggapi panggilan Kristus dengan sungguh-sungguh bertobat. Kesungguhan pertobatan Paulus nampak dalam tindakannya:
  • Paulus menyerahkan diri kepada Yesus. Paulus berkata “apa yang harus kuperbuat?” (ayat 10). Menunjukkan penyerahan diri pada panggilan-Nya.
  • Paulus taat ketika disuruh pergi menemui Ananias. Tuhan menetapkan Paulus agar Paulus mengetahui kehendak-Nya dan melihat Yesus Kristus serta menyaksikan kepada semua orang apa yang telah dialaminya itu.
  • Paulus percaya dan memberi diri dibaptis (ayat 16).
  • Paulus terus bertumbuh dalam iman (Filipi 3:7-11). Setelah menerima Kristus, hal-hal di masa lalu oleh Paulus dianggap sebagai kerugian sehingga Paulus belajar untuk meninggalkannya demi mengenal Kristus.
Oleh karena Paulus serius/sungguh-sungguh dengan pertobatannya, maka ia menjadi alat Tuhan yang luar biasa.

Dari uraian di atas dapat kita rumuskan secara sederhana bahwa BERTOBAT berarti BERTINDAK, bertindak meresponi panggilan Tuhan, perintah Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan. Lukas 3:8 menghimbau kita agar
menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan, artinya jangan hanya berkata “kami orang Kristen atau kami percaya Kristus” namun tunjukkanlah dengan perbuatan bahwa saudara sudah bertobat dari dosa-dosa (Kisah 26:20). Maka saudara akan dipakai-Nya menjadi alat-Nya yang mulia seperti kata Firman Tuhan dalam 2Timotius 2:21 “jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Amen. 

Khotbah oleh: Doni Heryanto
Bersambung di bagian 3, lihat di sini


0 comments:

Posting Komentar