DOA YANG MENEMBUS KETERBATASAN NATURAL


I Raja-raja 18:16-40

Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah  aku melakukan  segala perkara ini.  Jawablah aku, ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” (ayat 36-37)

Di gunung  Karmel Elia menantang  450 nabi Baal untuk membuktikan mana Allah yang benar: Baal ataukah Allah yang disembah Elia? Nabi-nabi Baal & seluruh Israel setuju pada tantangan Elia dan sepakat bahwa yang menjawab dengan api Dialah Allah yang hidup dan benar (ayat 24). Korban disiapkan, lalu 450 nabi Baal memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, mereka berjingkrak di sekeliling mezbah, menoreh dirinya dengan pedang & tombak hingga darah mereka bercucuran, tetapi tetap tidak ada jawaban.  Bahkan mereka kerasukan sampai petang, tetapi tidak ada suara,  tidak ada yang menjawab, tidak ada respon.

Lalu giliran Elia. Doa Elia di atas terlihat sederhana dan ringkas, hanya 41 kata dalam bahasa aslinya, padahal masalah yang dihadapi Elia tidaklah sederhana. Elia sudah menantang raja Ahab (ayat 16-19), menegur seluruh Israel (ayat 21-24) dan seorang diri berkonfrontasi dengan 450 nabi Baal (ayat 22-27). Dari sini terlihat bahwa meski doanya sederhana namun keberanian dan iman Elia luar biasa, sebab iman dan keyakinan Elia  tidak terletak pada  dirinya, tetapi terletak pada  pribadi Allah Yang Maha Kuasa. Elia mempunyai  pengenalan & hubungan yang  erat dengan Tuhan. Api Tuhanpun turun menyambar habis korban Elia dan seluruh rakyat akhirnya sujud mengakui TUHAN yang disembah Elia adalah Allah yang benar. 
 
Rahasia kemenangan Elia: Elia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah  diruntuhkan, memberikan korban yang sungguh dan berdoa dengan penuh iman. Doa yang penuh iman itu menembus keterbatasan natural, sebab Tuhan menanggapi  doa iman itu dengan campur tangan Ilahi yang menyelesaikan masalah yang ada. Mari kita membangun kembali mezbah dengan semua korban persembahan kita (menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan, mempersembahkan hidup bagi Tuhan, singkirkan semua  kepalsuan). Dan lihatlah pengurapan, kuasa dan otoritas Allah akan menyertai hidup dan pelayanan kita. Amin.

Renungan Harian "Tuntunan Hidup Berkemenangan"
Ditulis oleh: Daud Manno

0 comments:

Posting Komentar