A LEADER WHO HAS CHRIST INTEGRITY. Oleh: Dr. Doni Heryanto


Menuju Gereja yang Sehat, Maju dan Berkualitas ke Arah Kepenuhan Kristus
EFESUS 4:1-16



Makalah ini adalah bahan seminar yang berusaha menolong para pemimpin gereja untuk dapat melihat betapa pentingnya memiliki integritas sebagaimana diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus untuk dapat membawa gereja menjadi sehat, maju, dan berkualitas ke arah kepenuhan Kristus (Efesus 4:1-16). Pemilihan ayat sebagai dasar pembahasan tema seminar sangatlah tepat, dan materi ini menguraikan beberapa point penting berdasarkan ayat-ayat tersebut sebagai dasar diskusi bersama.


GEREJA SEHAT, MAJU, DAN BERKUALITAS

A.        Gereja yang sehat, maju dan berkualitas adalah gereja yang hidup bersama dalam suatu kesatuan, yaitu kesatuan IMAN dan PENGETAHUAN YANG BENAR TENTANG ANAK ALLAH (ay. 13). Hal ini berbicara perihal pengajaran/doktrin yang benar/Alkitabiah. Gereja harus satu dalam iman berdasarkan pengajaran/doktrin yang Alkitabiah, diantaranya adalah pengenalan akan Kristus (KRISTOLOGI).

i)     Dasar kesatuan gereja ada pada hakekat gereja itu sendiri, yaitu:
(1)      Satu Tubuh
Satu tubuh menunjuk kepada tubuh Kristus, yaitu gereja (Efesus 1:22-23; Efesus 5:23). Dalam hal ini, Paulus berbicara mengenai gereja yang Am (universal):
·      Tubuh Kristus adalah semua orang yang telah diselamatkan di seluruh dunia ini.
·      Kristus adalah kepala dan Juruselamat tubuh-Nya (Efesus 5:23).
Meskipun ada banyak gereja lokal, tetapi hanya ada satu gereja  universal dan Kristus adalah kepalanya.
(2)      Satu Roh, yaitu Roh Kudus, yang dijelaskan: sebagai Roh yang telah dijanjikan (Efesus 1:13); sebagai jaminan bagian kita (Efesus 1:14); yang olehnya semua orang memiliki jalan masuk kepada Bapa (Efesus 2:18); yang diam dalam diri orang percaya (2:21-22); dimana melaluinya misteri Kristus dibukakan (Efesus 3:5); yang meneguhkan manusia batiniah kita (Efesus 3:16); yang kesatuannya diikat oleh damai sejahtera (Efesus 4:3).
(3)      Satu Pengharapan: bagi Paulus, ini adalah pengharapan akan kebangkitan dari antara orang mati (KPR 23:6; 24:15; Roma 8:23-24)/keselamatan jiwa kita.
(4)      Satu Tuhan, yaitu Tuhan Yesus Kristus (1 Korintus 8:5-6).
(5)      Satu Iman, yang satu kali disampaikan pada orang-orang kudus (Yudas 3)
(6)      Satu Baptisan, sebagaimana diperintahkan Tuhan Yesus (Matius 28:18-20; Markus 16:15-16).
(7)      Satu Allah dan Bapa.

ii)   Sikap hidup untuk dapat hidup dalam satu kesatuan:
(1)      Rendah hati.
(2)      Lemah lembut.
(3)      Sabar.
(4)      Saling membantu dalam kasih.

B.        Gereja yang sehat, maju dan berkualitas adalah gereja yang DEWASA PENUH (ay 13). Hal ini berbicara perihal kehidupan yang berpadanan dengan “panggilan” Allah (ay. 1), hidup dalam kesesuaian dengan Firman Allah, yaitu pengajaran/doktrin yang Alkitabiah. Gereja yang dewasa penuh tidak lagi seperti anak-anak yang tidak teguh dalam pendirian. Melainkan berpegang kepada kebenaran di dalam kasih dalam pertumbuhan ke arah Kristus. Gereja harus hidup selaras dengan Firman Allah dan berpegang teguh pada pengajaran/doktrin Alkitabiah dan dalam kasih bertumbuh ke arah Kristus.

C.        Gereja yang sehat, maju dan berkualitas adalah gereja yang memiliki keserupaan dengan Kristus (ay. 13). Gereja harus meneladani Kristus dalam segala hal.


KARUNIA ALLAH UNTUK MEMBANGUN GEREJA YANG SEHAT, MAJU, BERKUALITAS

A.        Karunia-karunia rohani dalam setiap anggota tubuh Kristus (ay. 7; Roma 12:6-8; 1 Korintus 14). Gereja harus menggali potensi-potensi yang berasal dari karunia-karunia rohani yang ada dalam seluruh angotanya.
B.        Kelima jawatan fungsional dalam gereja: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar (guru) (ay 11). Pelayan-pelayan Tuhan bertanggungjawab penuh kepada Tuhan atas tercapainya gereja yang sehat, maju dan berkualitas. Itu sebabnya, gereja juga harus memperlengkapi para pelayannya dengan keterampilan yang dibutuhan dalam pelayanan, seperti berkhotbah, konseling, visitasi, dll.


TUGAS PELAYANAN HAMBA-HAMBA TUHAN (ay. 12-16):

A.        Memperlengkapi anggota tubuh Kristus untuk pelayanan: memperlengkapi warga jemaat untuk tugas pelayanan, sesuai dengan karunia yang mereka miliki.
B.        Membangun anggota tubuh Kristus, sehingga mereka:
i)          Menjadi dewasa (ay.13): mengalami kesatuan iman dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus; memiliki keserupaan dengan Kristus.
ii)        Tidak seperti anak-anak yang mudah diombang-ambingkan (ay. 14).
iii)      Bertumbuh ke arah Kristus (ay. 15-16).

0 comments:

Posting Komentar