ALLAH MENJAMIN KETERSEDIAAN PEMIMPIN. Oleh: Dr. Dony Heryanto


Kehadiran seorang pemimpin yang baik dalam tiap area kehidupan amat dibutuhkan. Contohnya keluarga membutuhkan seorang kepala keluarga yang baik, sebuah desa membutuhkan kepala desa yang baik, dalam lingkungan yang lebih besar yaitu negara membutuhkan pemimpin atau presiden yang baik. Demikian juga dalam kehidupan jemaat-Nya, gereja membutuhkan seorang pemimpin yang baik seperti yang dikehendaki Tuhan. Kalau kita ingat Efesus 4:11-14 maka Allah sendirilah yang memberikan pemimpin-pemimpin: sebagian diangkat-Nya menjadi rasul; yang lain menjadi nabi; yang lain lagi menjadi penginjil, yang lain diangkat-Nya menjadi gembala atau pemelihara jemaat, dan yang lain menjadi pengajar atau guru.Karena Allah sendiri yang menjamin ketersediaan pemimpin bagi jemaat-Nya, maka bila suatu ketika gembala meninggal dunia atau hal lainnya, maka jemaat yang ditinggalkan tidak perlu kuatir. 

Pergantian pemimpin atau suksesi merupakan topik yang kontekstual dan menyentuh kebutuhan lokal yakni menguatkan jemaat yang ditinggalkan namun juga bersifat global. Disebut global karena mempunyai aspek kontinuitas, universalitas, dan fungsionalitas. Dari aspek kontinuitas, suksesi (pergantian pemimpin)  akan terus terjadi; dari aspek universalitas peristiwa pergantian kepemimpinan ada di mana-mana di berbagai lembaga dan organisasi; serta dari aspek fungsionalitas pesan-pesan yang disampaikan tak hanya menghibur dan menguatkan keluarga dan jemaat lokal namun juga dapat diaplikasikan dalam suksesi di jemaat-jemaat lain di berbagai tempat.


ALASAN ALLAH MENJAMIN KETERSEDIAAN PEMIMPIN
Mengapa Allah menjamin ketersediaan pemimpin bagi umat-Nya? Karena domba-domba-Nya butuh pemimpin. “Apa jadinya jemaat tanpa pemimpin?” Ketika Tuhan Yesus ditangkap, murid-murid tercerai-berai seperti kawanan domba yang tidak bergembala. Karena itu agar jemaat-Nya tidak tercerai-berai, Allah terus menjamin ketersediaan pemimpin. Selain agar jemaat-Nya tidak tercerai-berai, dalam Efesus 4:11-14 dikatakan bahwa Allah terus menjamin ketersediaan pemimpin untuk memperlengkapi jemaat sehingga jemaat dapat melayani Tuhan dan membangun Tubuh-Nya; jemaat menjadi orang-orang dewasa yang makin bertambah sempurna seperti Kristus; sehingga jemaat-Nya tidak menjadi anak-anak lagi yang terombang-ambing oleh pengajaran sesat.


CARA ALLAH MENJAMIN KETERSEDIAAN PEMIMPIN
Suksesi butuh suksesor (pengganti). Contohnya saat Musa mati. Kematian Musa adalah kehilangan yang besar bagi bangsa Israel, sehingga bangsa Israel meratapi Musa selama 30 hari. Mereka sangat sedih, mereka butuh suksesor, dan Allah menjamin kelangsungan kepemimpinan dengan menyediakan pengganti yaitu Yosua. Melalui kisah suksesi dari Musa kepada Yosua, kita mengetahui cara kerja Allah dalam menjamin ketersediaan kepemimpinan bagi umat-Nya.

A.  Allah memilih pemimpin dengan perantaraan hamba-hamba-Nya (Bil. 27:18-23)
Yosua dipilih dan ditetapkan oleh Allah sendiri, jadi bagaimanapun kita ingin suatu kedudukan tapi kalau Tuhan tidak memilih kita maka hal itu akan sulit. Dan yang lebih penting bahwa pemilihan dan penetapan Yosua sebagai pemimpin adalah dengan perantaraan Musa. Jadi, Tuhan memakai hamba-Nya dan juga organisasi yang notabene perkumpulan hamba-hamba Tuhan untuk mengerjakan kehendak-Nya tersebut. Kita boleh punya argumentasi dan pendapat berbeda, namun kalau seorang pemimpin sudah ditetapkan dan dilantik maka kita harus menerima bahwa pemimpin itu ditetapkan oleh Tuhan. Kalau kita percaya bahwa GPdI adalah gereja yang diurapi dan dipimpin Roh Kudus maka kita harus percaya bahwa suksesor atau terpilihnya pemimpin pengganti adalah ketentuan Tuhan. Maka kita semua hendaknya menerima ketetapan tersebut dengan mendukung sepenuh hati. Kalau kita menolak pemimpin yang diangkat oleh Tuhan sama saja kita menolak Tuhan.

B.  Allah memilih pemimpin yang merupakan saksi atas perbuatan-Nya pada umat-Nya
Yosua adalah saksi keluarnya bangsa Israel dari Mesir dengan tanda-tanda ajaib seperti 10 tulah yang ditimpakan kepada bangsa Mesir serta saksi dari semua peristiwa yang menimpa umat Israel di padang gurun selama 40 tahun. Penting sekali bagi seorang pemimpin untuk hidup bersama-sama umat yang akan dipimpinnya, bersama-sama melihat perbuatan dan pimpinan Tuhan atas umat itu,  seperti Yosua. Itu sebabnya kalau gembala meninggal maka terutama istrilah yang melanjutkan kepemimpinan karena telah bersama-sama dengan suami, telah menyaksikan bagaimana pekerjaan Tuhan di tempat tersebut dimulai dan dibangun.

C.   Allah memilih pemimpin yang sudah siap
Yosua menjadi asisten Musa selama 40 tahun sejak ia muda dan belajar kepada Musa bagaimana memimpin suatu bangsa. Sehingga secara administrasi (tata kelola kepemimpinan) Yosua sudah siap, Yosua tahu apa pekerjaannya dan telah terlatih, karena itu setelah tiba peralihan kepemimpinan dari Musa ke Yosua, peralihan itu berlangsung “smooth” (baik dan lancar). Sebaliknya kalau pemimpin tidak dipersiapkan lebih dulu maka ia tidak akan tahu apa yang harus ia kerjakan dalam memimpin. Begitulah cara kerja Allah kita, Dia Allah yang teratur dan terencana, maka kita harus meneladani-Nya. Gereja dan organisasi harus mempersiapkan pemimpin-pemimpinnya dengan baik.

D.  Allah memilih pemimpin yang punya iman yang teguh.
Yosua memiliki iman yang teguh. Ia yakin apapun tantangannya, bangsa Israel pasti mampu menaklukkan bangsa Kanaan dengan pertolongan Tuhan. Ketika 10 pengintai melihat tantangan yang besar dan ingin menyerah,  tetapi Yosua dan Kaleb tidak. Iman yang teguh itu yang dibutuhkan seorang pemimpin. Pemimpin harus punya keyakinan, jangan ragu dan bimbang (Yos. 1:7-8).

Memimpin jemaat untuk hidup sesuai kehendak Allah dan mengalami seluruh keberkatan Allah adalah tanggung jawab yang mulia. Maka dimanapun kita melayani kita harus yakin seperti Yosua, yang menghadapi tantangan hebat namun punya iman yang lebih hebat. Bersama Tuhan, tantangan yang besar akan menjadi great adventure atau petualangan yang luar biasa. Seperti Tuhan menyertai Musa dan Yosua demikian pula Tuhan akan menyertai kita. Memang kita tidak menaklukkan bangsa-bangsa, tapi kita  menaklukkan tantangan, persoalan, penganiayaan, orang-orang sukar, dan bersama Tuhan kita mengalami kemenangan. 


0 comments:

Posting Komentar